Profil Ma’had Darul Hikmah Al Islamy Semarang
Umat Islam senantiasa membutuhkan ilmu yang haq (benar), bimbingan, arahan dan nasihat serta peringatan agar tetap istiqamah di atas agamanya dan tidak terjatuh kepada perbuatan zalim berupa syirik, bid’ah dan berbagai kemaksiatan.
Sebagaimana telah kita ketahui, Islam telah mengajarkan kepada kita untuk berpegang dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah (pendahulu umat ini yang shalih dari kalangan para sahabat dan dua generasi setelahnya).
Allah I berfirman:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
(QS. Ali ‘Imran: 103)
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59)
Adalah sebuah kenyataan, saat ini umat Islam tengah dihadapkan kepada kerusakan dalam berbagai bidang. Kerusakan aqidah seperti paham komunisme ataupun ateisme (tidak yakin dengan keberadaan Allah), menyembah selain Allah, ingkar takdir, khawarij, dan lainnya, muncul ke permukaan.
Demikian pula penyimpangan dalam cara memahami agama, tersebar luas di masyarakat. Masing-masing merasa bahwa caranya memahami agama sudah sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, meskipun sejatinya tidak demikian.
Kondisi ini diperparah oleh menjamurnya berbagai kemaksiatan, dalam bentuk meruyaknya perzinaan hingga penyimpangan seksual remaja, meluasnya tindak kekerasan dan kriminalitas, adalah fakta yang semestinya menumbuhkan kesadaran kita akan bahaya besar yang tengah mengintai kita.
Tidak kalah parah adalah lunturnya akhlakul karimah yang menjadi ciri khas bangsa. Kita dapati sekarang ini, kepekaan seseorang terhadap kondisi masyarakat sekitarnya menurun. Orang cenderung bersikap tak acuh, tidak peduli. Kerja sama antaranggota masyarakat di sebagian tempat juga berkurang. Tidak jarang pula didapati munculnya sebuah konflik di masyarakat akibat ditinggalkannya akhlakul karimah.
Melihat banyaknya kerusakan yang terjadi di tengah masyarakat tentu sangat membutuhkan bimbingan, nasihat dengan ilmu dan amal yang benar, di atas pemahaman yang lurus, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salaful ummah. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran: 104)
Dipicu oleh kenyataan ini serta kepedulian akan masa depan umat Islam, kami tergerak untuk memberikan sumbangsih bagi masyarakat khususnya kaum muslimin berupa sebuah lembaga pendidikan Islam bernama MA’HAD DARUL HIKMAH AL-ISLAMY, yang didalamnya terdapat Program Tahfizhul Qur’an (Menghafal Al Qur’an).
Sebagaimana yang kita tahu bahwa menghafal Al-quran adalah perbuatan yang sangat mulia, karena hal tersebut menjadi bagian dari salah satu penjaga firman Allah.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Dzikra (Al-Qur’an) dan Kami pula yang menjaganya”.
Nabi pun merespon sangat tegas bahwa bagi penghafal Al-Qur’an kelak di hari kiamat bagi penghafal Al-Qur’an akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi di sisi-Nya, karena mengafal Al-Qur’an merupakan aktifitas yang menuntut untuk dilakukan secara kontinyu, memiliki schedule yang jelas dan terarah.
